lirik lagu gambang semarang
Inspirasidari karya Gambang Semarang ini adalah lagu yang berjudul Empat Penari, nada dan irama lagu tersebut dinamis serta syairnya menunjukan semangat dalam kehidupan dengan kemasan jenaka.Lirik lagu Gambang Semarang dapat anda simak lewat lagu yang diperdengarkan di area ini.. Visualisasi dari karya ini adalah seni cukil kayu atau woodcut, meskipun memakai istilah woodcut namun karya ini
G7C F Sambil menyanyi, jongkok berdiri. G7 C Semua orang, aduh. C Dm G7 Lagak gayanya, tari mereka. C Gambang Semarang. [Chorus] F F Bersuka ria, gelak tertawa. G7 C Semua orang kar'na. D7 Hati tertarik g'rak-g'rik. G7 Si tukang gendang.
Direktorilengkap informasi lirik, makna, arti dan sejarah lagu lagu daerah yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Dikemas secara sederhana dan mudah di gunakan. Informasi lirik, makna, arti dan sejarah lagu daerah Gambang Semarang, [] Lirik Lagu Wak Wak Gung Jakarta - Arti dan Makna. By admin March 17, 2018.
Ampatpenari kian kemari jalan berlenggang, aduh Langkah gayanya menurut suara irama gambang Sambil bernyanyi, jongkok berdiri kaki melintang, aduh Sungguh jenaka tari mereka tari berdendang Reff: Bersuka ria, gelak tertawa semua orang kar'na hati tertarik gerak-gerik si tukang gendang Ampat penari membikin hati menjadi senang, aduh
Ampatpenari, kian kemari jalan berlenggang, aduh sungguh jenaka, tari mereka irama gambang Sambil menyanyi, jongkok berdiri semua orang, aduh sungguh jenaka, tari mereka Gambang Semarang Bersuka ria, gelak tertawa Semua orang, karena Hati tertarik grak grik si tukang gendang
Wenn Ein Mann Sich Nicht Treffen Will. Tentang Karya Gambang Semarang merupakan salah satu ikon kesenian Jawa Tengah, kesenian ini berisi beberapa macam bidang seni, yaitu seni musik, seni tari, dan komedi, bahkan dari sisi visualnya pun juga beragam, mulai dari jenis pakaian, dadanannya, batik pada jarik yang mereka pergunakan. Keberadaan kesenian Gambang Semarang mempunyai hubungan khusus dengan Gambang Kromong, kesenian Betawi. Walau belum ada sejarah yang bisa menjelaskan terjadinya Gambang Semarang secara ilmiah, namun cerita dari mulut ke mulut dan saksi-saksi yang dipercaya mengetahui kesenian tersebutlah menjadi sumber utama bagaimana Gambang Semarang Gambang Semarang justru dihidupkan oleh masyarakat setempat, kesenian Gambang Semarang menjadi kesenian penghibur untuk acara-acara tertentu; misalnya mengisi acara untuk pernikahan, tahun baru Cina, dan sejenisnya. Zaman semakin maju, alternatif kesenian pertunjukan pun semakin banyak, Gambang Semarang bisa jadi bukan pilihan utama lagi, sehingga eksistensinya mengalami kemunduran Visualisasi Inspirasi dari karya Gambang Semarang ini adalah lagu yang berjudul Empat Penari, nada dan irama lagu tersebut dinamis serta syairnya menunjukan semangat dalam kehidupan dengan kemasan jenaka. Lirik lagu Gambang Semarang dapat anda simak lewat lagu yang diperdengarkan di area dari karya ini adalah seni cukil kayu atau woodcut, meskipun memakai istilah woodcut namun karya ini memakai MDF Medium-density fibreboard sebagai Semarang merupakan seni pertunjukan yang berisi beberapa pemain, ada empat penari, pemain gambang, amboo kromong, kendang, gong, rebab atau sukong, kecrek, karena lagu-lagu yang dimainkan berirama kroncong, maka ada tambahan alat musik ukulele cak, ukulele cuk, cello yang dimainkan dengan dibetot, dan suling. Para pemain memakai pakaian daerah Jawa Tengah, para penari dan penyayi wanita mengenakan kebaya dengan jarik bermotif Jawa Tengah Pekalongan, Lasem, Jepara, Pantura, kebaya mereka mempunyai hiasan pada lengan kebaya. Para penabuh musik memakai seragam beskapan khas Solo dengan jarik motif Parang, serta memakai udeng atau blangkon khas Jawa karakter mempunyai ciri, dengan latar kehidupan yang berbeda-beda, mereka adalah para pekerja seni dari masyarakat kebanyakan. Bukan dari kalangan professional, hanya orang-orang yang menyukai seni pertunjukan, khususnya musik dan tari, serta komedi. Bayaran mereka pun sesuai dengan kemampuan orang yang menyewa 1. Penari 1 Penari 1 bernama Setyarini, ibu rumah tangga sekaligus pemilik dan pengelola sanggar tari anak di rumahnya, usahanya berasal dari warisan orang tuanya. Kain jarik yang dikenakan adalah motif Pekalongan. 2. Penari 2 Penari 2 bernama Endang Palupi, bekerja di Kelurahan daerah bagian administrasi. Dia berbaju hijau dan jarik motif Lasem. 3. Penari 3 Penari 3 bernama Sri Pujiastuti, dia ibu rumah tangga yang mempunyai hoby menyanyi keroncong. Berbaju kuning dan jarik motif Pantura. 4. Penari 4 Penari 4 bernama Murti Sadmiarsi, dia bekerja sebagai buruh di pabrik tekstil. Berbaju ungu dan jarik motif Jepara. 5. Pemain Gambang Pemain Gambang, bernama Supardi, bekerja sebagai pegawai puskesmas, kostum yang dikenakan adalah seragam beskapan dengan jarik motif Parang Seling Boket. 6. Pemain Bonang Pemain Bonang, bernama Yanuwar Sarwoko, seorang pengusaha lumpia, berseragam dengan jarik bermotif sama dengan pemain gambang. 7. Pemain Kendang Pemain Kendang, bernama Ganjar, bekerja sebagai kepala sekolah menengah kejuruan. Kendang merupakan alat musik yang menghidupkan serta berfungsi utama mengatur irama. 8. Pemain Sukong & kongahian rebab Pemain Sukong atau kongahian rebab, bernama mbah Harjo Pranoto, pensiunan Kaur Kesra, meggeluti alat musik ini sejak remaja. 9. Pemain Kecrek, Pemain Kecrek, bernama Siswanto, penjual angkringan di sekitar terminal. Kecrek berfungsi sebagai alat pemberi isyarat segala macam bentuk aba-aba iringan serta sebagai penghias irama lagu. 10. Pemain Gong Pemain Gong, bernama Sriyadi Srinthil, pengusaha kos-kosan. Alat gong tidak selalu ditabuh, biasanya ditabuh di sela-sela musik yang sedang berlagu dan pertanda akhiran lagu. 11. Pemain Suling Pemain Suling, bernama Agus Sukendar, guru sekolah SMK kesenian. Bakatnya memang dari orang tuanya. Suling, mempunyai banyak fungsi, dia bisa mengikuti lagu, mengisi jeda-jeda pada lagu, sehingga lagu menjadi lebih lengkap serta harmonis. 12. Pemain Cello Pemain Cello, bernama Edi Susilo, pemilk warung makan bandeng klopok di daerah Kampung Laut. Fungsi dari alat musik cello pada lagu-lagu kroncong mirip dengan fungsi kendang. 13. Pemain Ukulele cak Pemain Ukulele cak, bernama Prayitno, dia penjual mi ayam bakso sekitar desanya. Ukulele berdawai 4 terbuat dari string. Alat musik ini mengisi dan mengikuti lagu, sehingga lagu semakin meriah dan variatif. 14. Pemain Ukulele cuk, Pemain Ukulele cuk, bernama Darmaji, jual beli dan reparasi alat-alat musik akustik. Alat ini pada musik kroncong tidak bisa dipisahkan dengan alat musik ukulele cak, karena dengan dua alat musik ini irama musik akan lebih hidup dan yang berkesan mewah adalah ekspresi dari penghargaan yang tinggi atas kesenian yang terbangun sejak dahulu dan menjadi ciri kesenian Jawa Tengah, dan kota Semarang pada khususnya. Bahwa sebenarnya tidak ada kasta dalam berkesenian yang dibangun dari kreatifitas dan budi daya manusia, semua mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri, maka harapan yang lebih besar yaitu semakin dikenal kesenian ini keseluruh Indonesia, bahkan dunia. Tentang Seniman Gunawan Bonaventura Gunung Kidul, 1964 adalah seniman lulusan Seni Grafis ISI Yogyakarta tahun 1991. Semenjak kuliah dia sudah aktif berpameran di beberapa kota di Indonesia. Setelah lulus, Gunawan bekerja diberbagai kantor di Jakarta. Diantaranya adalah tahun 1992 bekerja di perusahaan di percetakan Penebar Swadaya sebagai manager pre press printing, 1993 bekerja di majalah TRUBUS sebagai kepala bidang artistik, 1994 bekerja di PT. Surya Yozani House of Sara Lee sebagai disain produk. Meski sibuk dengan urusan pekerjaan, Gunawan tetap berkarya dan berpameran. Karya-karya Gunawan sangat khas menampilkan idiom dan visual yang erat dengan budaya Jawa, dimana dia dilahirkan dan tahun 2004 Gunawan pulang ke Yogyakarta mendirikan perusahaan CV. Titian Bangun Sarana yang bergerak di bidang persewaan alat-alat konstruksi scaffolding. Hingga saat ini Gunawan tetap berkarya dan makin sering berpameran. Detail Karya Seniman Gunawan Bonaventura Material Cat minyak di atas MDF, finishing clear glossy
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apa yang terbersit di benak anda ketika mendengar 'Semarang'? Apakah kulinernya seperti lunpia, tahu gimbal, tahu pong, mie kopyok, atau wingko babat? Apakah tempat wisatanya seperti Sam Poo Kong dan Goa Kreo? Atau Kota Lama dan Lawang Sewu, tempat ikonik Kota Semarang. Apapun itu, Semarang selalu mengahdirkan kesan tersendiri bagi yang berkesempatan mengunjunginya. Tak akan bosan berkeliling kota dengan kekhasannya ini. Melewati Kota lama yang seakan memberikan suasana laiknya di Eropa. Menikmati kuliner khas yang sungguh nikmat tiada tara. Menimkati sepiring tahu pong sembari mendengarkan lagu-lagu tentang Semarang menambah hangatnya suasana. Mungkin tiga lagu ini cocok dan mampu menggambarkan Kota Semarang dengan beragam kenangan yang tersirat dan penuh makna mendalam bagi anda. 1. Gambang Semarang-Ernie Djohan Ampat penari membikin hatimenjadi senang, aduh...itulah dia malam gembiraGambang Semarang Sepenggal lirik lagu Gambang Semarang dengan alunan musik yang khas terdengar memberikan kesan dalam hati. Bagi anda yang bepergian menuju Semarang menggunakan moda transportasi kereta api dan turun di Stasiun Semarang Tawang, maka anda akan disambut dengan melodi lagu Gambang Semarang. 2. Semarang - Be Seven SteadySemarang ..kota penuh kenangan,, Semarang kota perjuangan ... Semarang juga kota pahlawan ,, kudendangkan lagu untukmu Semarang... huuu, Bila kau jalan jalan ,, mampir ke semarang ,, Tugu muda simpang lima pahlawan kota lama ,... bila kau pulang kawan ,,singgah di pandanaran ,,, jangan lupa ,,wingko , bandeng , dan lumpia... Sekumpulan anak muda yang membentuk Band dengan nama Be Seven Steady menyajikan lagu-lagu bergenre Jamaican Music. Lagu dengan judul 'Semarang' yang dibawakan dengan alunan ritmis gitar khas musik Jamaika mampu hadirkan kegembiraan hati dan rasanya ingin bergoyang ikuti irama. Suara alat musik brass seperti saxophone, trombone, dan terompet mampu hadirkan melodi indah membuat hanyut dalam suasana asyiknya jalan-jalan di Kota Semarang - Power SlavesAda sejuta kenanganAda sejuta harapanTerbuai ku di Simpang Lima 1 2 Lihat Music Selengkapnya
Solo - Gambang Semarang yang dinyanyikan Ernie Djohan merupakan lagu ciptaan Oei Yok Siang. Menurut situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, lagu itu sebenarnya berjudul Empat Penari. Berikut sejarah singkat Gambang Semarang dan lirik lagu Gambang Semarang Ernie Djohan beserta Gambang Semarang sejak 1930Dilansir situs yang diakses detikJateng pada Rabu 16/11/2022, Gambang Semarang telah ada sejak tahun 1930. Gambang Semarang berupa paguyuban yang anggotanya terdiri dari warga masyarakat Semarang dan peranakan Tionghoa. Mereka mengambil tempat pertunjukan di gedung Pertemuan Bian Hian Tiong di Gang Semarang menggunakan alat musik kendang, bonang, kempul, gong, suling, kecrek, gambang, serta alat musik gesek konghayan atau tohyan alias biola. Selain memainkan alat musik, kesenian Gambang Semarang juga menampilkan penari, penyanyi, dan pelawak. "Jika dilihat dari asal-usulnya, kesenian itu bukanlah asli dari penduduk Semarang, tetapi berasal dari Gambang Kromong Jakarta, yang merupakan perpaduan dari unsur kesenian Tionghoa dan Nusantara," dikutip dari perkembangannya, lagu-lagu Gambang Semarang terasa gembira dan menyatu dengan gerak tari yang cenderung gemulai. Ciri khas dari kesenian ini terletak pada gerak telapak kaki yang berjungkat-jungkit sesuai irama lagu yang lincah dan dinamis.[Intro]C Dm G7 CG7[Verse]G7 C FEmpat penari kian kemariG7 CJalan berlenggang, aduhC Dm G7Sungguh jenaka menurut suara CIrama gambang[Verse]G7 C FSambil menyanyi, jongkok berdiriG7 CSemua orang, aduhC Dm G7Lagak gayanya, tari mereka CGambang Semarang[Chorus]F FBersuka ria, gelak tertawaG7 CSemua orang kar'na D7Hati tertarik g'rak-g'rik G7Si tukang gendang[Verse]G7 C FEmpat penari membikin hatiG7 CMenjadi senang, aduh DmLagak gayanya G7 CTari mereka, Gambang Semarang[Interlude]G7 C FG7 C DmG7 C[Verse]G7 C FEmpat penari kian kemariG7 CJalan berlenggang, aduhC Dm G7Langkah gayanya menurut suara CIrama gambang[Verse]G7 C FSambil menyanyi, jongkok berdiriG7 CKaki melintang, aduhC Dm G7Sungguh jenaka waktu mereka CTari berdendang[Chorus]F FBersuka ria, gelak tertawaG7 CSemua orang kar'na D7Hati tertarik g'rak-g'rik G7Si tukang gendang[Verse]G7 C FEmpat penari membikin hatiG7 CMenjadi senang, aduh DmItulah dia G7 CMalam gembira, Gambang Semarang[Outro]F G7 C Simak Video "Ganjar Ingatkan Bahaya Hoaks Saat Hadiri Haul KH Dalhar Watucongol" [GambasVideo 20detik] dil/ahr
Ada yang Tahu Lagu Gambang Semarang, Ini Liriknya! – seperti dikutip dari situs resmi kemendikbud, Gambang Semarang yang dulu pernah dinyanyikan Ernie Djohan ciptaan dari Oei Yok Siang, sebenarnya lagu dengan judul Empat Penari. Sedangkan Gambang Semarang sendiri merupakan paguyuban yang sudah ada sejak 1930an, dimana anggotanya terdiri dari warga masyarakat Semarang dan peranakan Tionghoa. Mereka mengambil tempat pertunjukan di gedung Pertemuan Bian Hian Tiong di Gang Pinggir. Untuk bernostagia, Yuk simak lirik Lagu Gambang Semarang! Ampat penari kian kemari jalan berlenggang, aduh… Langkah gayanya menurut suara irama gambang Sambil bernyanyi, jongkok berdiri kaki melintang, aduh… Sungguh jenaka tari mereka tari berdendang Reff Bersuka ria, gelak tertawa semua orang kar’na hati tertarik gerak-gerik si tukang gendang Ampat penari membikin hati menjadi senang, aduh… itulah dia malam gembira Gambang Semarang
Informasi lirik, makna, arti dan sejarah lagu daerah Gambang Semarang, salah satu lagu daerah yang berasal dari provinsi Lagu Gambang SemarangJudul Gambang Semarang Pencipta Daerah DKI Jakarta Golongan lagu daerah / lagu wajib daerahEmpat penari kian kemari Jalan berlenggang, aduh… Langkah jenaka menarik suara Irama gambangSambil bernyanyi, jongkok berdiri Semua orang, aduh… Sungguh jenaka nyanyi mereka Irama gambangBersuka ria, gelak tertawa Semua orang kar’na Hati tertarik grak-grik Si tukang gendangEmpat penari membikin hati menjadi senang, aduh… Sungguh kayanya tari mereka Gambang SemarangLirik Lagu Gambang SemarangNot Found …
lirik lagu gambang semarang